Gelombang




 






Gunung berapi

 

Gunung berapi 

Indonesia masuk ke dalam wilayah cincin api atau dikenal dengan ring of fire. Tentu saja hal tersebut karena Indonesia memiliki banyak gunung berapi. Tahukah kalian bagian-bagian dari gunung berapi?


Meskipun terdengar mengerikan karena Indonesia memiliki banyak gunung berapi, namun keberadaan gunung berapi tersebut memiliki manfaat, antaralain:

  • Banyak sumber mineral dalam bentuk batuan bijih logam yang terletak pada batas lempeng
  • Banyak sumber energi berupa minyak bumi
  • Terdapat sumber energi alternatif yaitu energi geotermal
  • Material yang dikeluarkan oleh gunung berapi dapat menyuburkan tanah
  • Sebagai daya tarik wisata.

Sumber: https://www.medianekita.com/edukasi/22411391840/rangkuman-materi-ipa-kelas-8-smpmts-kurikulum-merdeka-bab-6-struktur-bumi-dan-perkembangannya?page=5









Gempa bumi

 

Gempa bumi

Pada bagian sebelumnya kita telah mengetahui salah satu penyebab gempa bumi adalah karena adanya pergerakan lempeng. Namun sebetulnya ada beberapa jenis gempa bumi, yaitu:

  • gempa tektonik, karena pergerakan lempeng bumi.
  • gempa vulkanik, karena pergerakan magma dalam gunung berapi.
  • gempa runtuhan, karena tanah longsor.
  • gempa tumbukan, karena jatuhnya benda langit yang berukuran besar dan berat.
  • gempa buatan, gempa yang dilakukan karena kegiatan manusia.

Titik pusat gempa disebut hiposentrum.

Getaran yang dihasilkan oleh gempa bumi disebut gelombang seismik.

Alat untuk mengukur besarnya getaran gempa bumi disebut seismograf.

Diagram hasil pengukuran seismograf disebut seismogram.

Kekuatan gempa bumi diukur dalam Skala Richter (SR).

Namun metode pengukuran dengan menggunakan Skala Richter memiliki keterbatasan dalam hal frekuensi dan jarak, sehingga ada skala yang digunakan untuk mengukur gempa secara tepat adalah skala Momen Magnitudo (M).

Berikut ini adalah tabel kekuatan gempa:

Berikut ini bencana yang dapat terjadi karena adanya gempa:

  • Gempa Susulan
  • Tsunami

Sumber: https://www.medianekita.com/edukasi/22411391840/rangkuman-materi-ipa-kelas-8-smpmts-kurikulum-merdeka-bab-6-struktur-bumi-dan-perkembangannya?page=4







Lempeng tektonik

 

Lempeng tektonik

Pada bagian sebelumnya kita tahu bahwa litosfer adalah bagian kerak bumi dan mantel luar. Litosfer berasal dari dua kata Bahasa Yunani, yaitu:

  • lithos = batuan
  • sphaira = lapisan

Jadi litosfer adalah lapisan batuan.

Lempeng tektonik itu ibarat seperti kertas karton yang dipotong-potong kemudian disimpan di dalam baskom air panas. Pastinya mengapung dang bergerak kan?

Nah begitu juga dengan lempeng tektonik bumi, namun perbedaannya pergerakannya lambat karena cairan pada lapisan inti luar bumi itu pekat daripada air biasa.

Di bumi ini ada banyak lempeng, kalian bisa lihat pada gambar dibawah ini:




Nah kalau kita flashback ke jaman daholoe kala ada sebuah teori menyatakan bahwa dulu Bumi itu hanya satu daratan yang disebut dengan Pangaea.

Hal tersebut dikemukakan oleh Alfred Wegener, ahli meteorologi dari Jerman pada tahun 1915.

Menurut Alfred Wegener berjuta-juta tahun yang lalu, Pangaea terpecah untuk menjadi dua daratan besar.

Daratan pertama yaitu Gondwana, yang terdiri dari Australia, Antartika, Amerika Selatan, Afrika, dan India.

Daratan kedua yaitu Laurasia yang terdiri dari Amerika Utara, Eropa, dan sebagian besar negara Asia.

Teori Wagener tersebut kemudian disebut sebagai teori tektonik lempeng. Jadi kalau kita gambarkan berdasarkan teori tersebut akan terlihat seperti ini:



Terlihat dari yang awalnya hanya satu daratan, kemudian terpecah dan semakin menjauh.
Pergerakan lempeng tersebut terjadi sangat lambat, waktunya kira-kira sama dengan kecepatan pertumbuhan kuku manusia, yaitu rata-rata 1 cm per tahun. Nah, pergerakan lempeng itu ada tiga macam, yaitu:

  • Pergerakan Divergen atau Saling Menjauh
  • Pergerakan Konvergen atau Saling Bertumbukan
  • Pergerakan Transform atau Saling Berpapasan



Mungkin kalian bertanya kenapa lempeng bisa bergerak? Pergerakan lempeng terjadi karena adanya arus konveksi yang terjadi pada astenosfer.

Astenosfer adalah lapisan yang berisi cairan pekat karena di dalamnya mengandung lelehan batuan yang letaknya tepat berada dibawah litosfer.

Bila lempeng bergerak, maka sejumlah energi akan dilepaskan berupa gelombang seismik atau yang kita ketahui sebagai gempa bumi.

Sumber: https://www.medianekita.com/edukasi/22411391840/rangkuman-materi-ipa-kelas-8-smpmts-kurikulum-merdeka-bab-6-struktur-bumi-dan-perkembangannya?page=4









struktur bumi

 

struktur bumi

Sebagian besar keindahan pemandangan alami yang kita nikmati di berbagai belahan dunia terbentuk dari perubahan yang terjadi pada bumi kita ini.

Pemandangan itu disebut dengan morfologi bentang alam.
Perubahan pada bentang alam diakibatkan oleh tenaga pembentuk bumi atau disebut juga tenaga geologi.

Tenaga geologi dibagi dua macam, yaitu:

  • Tenaga eksogen, yang berasal dari luar bumi
  • Tenaga endogen, yang berasal dari dalam bumi

Bumi sendiri memiliki struktur, yaitu:

  • Kerak bumi
  • Mantel bumi
  • Inti luar
  • Inti dalam

Kalau digambarkan akan seperti ini:

Kerak Bumi

Kerak bumi merupakan bagian terluar dan merupakan lapisan yang paling tipis dibandingkan lapisan-lapisan lainnya.

Kerak bumi terdiri atas tanah dan batuan yang mudah pecah dan mengandung berbagai unsur kimia serta kandungan batuan berharga.

 

Ada dua macam lapisan kerak bumi, yaitu kerak benua yang terdapat di daratan dan kerak samudera yang merupakan dasar laut. Ketebalan kerak benua antara 30-70 km sedangkan kerak samudera 6-11 km.

Mantel Bumi

Mantel bumi merupakan lapisan yang paling tebal, yaitu 2.900 km dan paling berat di antara lapisan lainnya.

Mantel bumi terdiri dari dua lapisan yaitu lapisan mantel luar dan mantel bawah atau dalam. Nah perpaduan dari lapisan mantel luar dan kerak bumi membentuk litosfer. Suhu pada lapisan mantel paling luar sekitar 250°C.Inti Luar Bumi

Lapisan inti luar adalah satu-satunya lapisan yang terdiri dari cairan yang pekat, yang disebut cairan magma.

Ketebalan lapisan ini adalah 2.900 km – 5.100 km dan suhunya berkisar antara 3.800 sampai hampir 6.000°C.

Inti Dalam Bumi

Kalau inti luar bumi udah dianggap panas, inti dalam bumi jauuuuuh lebih panas lagi loh! Lapisan inti dalam memiliki suhu tertinggi, yaitu antara 5.000-7.000°C. Ketebalannya antara 5.100- 6.400 km.

Nah kalau bentuknya berupa padatan karena tekanan yang sangat tinggi, sehingga batuan yang terdapat pada lapisan ini tetap berada dalam bentuk padat.


Sumber: medianekita.com/edukasi/22411391840/rangkuman-materi-ipa-kelas-8-smpmts-kurikulum-merdeka-bab-6-struktur-bumi-dan-perkembangannya?page=2








cara pemisahan campuran

 

7 cara pemisahan campuran

Distilasi
Distilasi adalah metode pemisahan campuran untuk memperoleh bahan berwujud cair, yang sebelumnya terkotori oleh zat padat atau bahan lain dengan titik didih erbeda. Beberapa macam proses distilasi, antara lain distilasi bertingkat, fraksional, dan vakum.

Absorpsi
Absorpsi merupakan metode pemisahan untuk membersihkan bahan dari pengotornya dengan menarik bahan pengabsorpsi secara kuat. Sehingga bisa menempel pada permukaan bahan pengabsorpsi. Misalnya memutihkan gula berwarna cokelat karena ada kotorannya.

Kromatografi
Kromatografi adalah cara pemisahan campuran berdasarkan perbedaan kecepatan rambat pelarut di lapisan zat tertentu. Contohnya kromatografi kertas untuk memisahkan tinta.

Ekstraksi
Ekstraksi yaitu metode pemisahan campuran dengan melarutkan bahan campuran dalam pelarut yang sesuai.

Filtrasi
Filtrasi disebut juga penyaringan. Merupakan metode pemisahan zat padat dari cairannya menggunakan alat berpori (penyaring). Dasar pemisahan filtrasi adalah perbedaan ukuran partikel antara pelarut dan zat terlarutnya. Penyaring akan menahan zat padat yang ukuran partikelnya lebih besar dari pori saringan, dan meneruskan pelarut.

Kristalisasi
Kristalisasi adalah proses pemisahan untuk memperoleh zat padat yang terlarut dalam sebuah larutan. Dasar metode ini adalah kelarutan bahan dalam sebuah pelarut serta perbedaan titik beku.

Sublimasi
Sublimasi merupakan cara pemisahan campuran dengan menguapkan zat padat tanpa melalui fasa cair terlebih dahulu. Sehingga kotoran yang tidak menyublim akan tertinggal dengan bahan-bahan yang mudah menyublim, seperti kamfer dan iod.

Sumber: kompas.com/skola/read/2022/10/27/070000069/7-cara-pemisahan-campuran





Pemnafaatan cahaya dalam kehidupan sehari-hari

 

Contoh Pemanfaatan Energi Cahaya
  • Menggunakan lampu untuk menerangi ruangan gelap.
  • Menggunakan lilin untuk menerangi rumah saat mati listrik.
  • Menggunakan listrik untuk menjelajahi alam di malam hari.
  • Menggunakan api pada kegiatan api unggun.
  • Menghangatkan badan dengan sinar matahari.




6 Contoh pemanfaatan cahaya dalam kehidupan sehari-hari

1. Penerangan

Dalam kehidupan sehari-hari, cahaya adalah sumber penerangan utama. Lampu, senter, dan lilin adalah beberapa contoh perangkat yang menggunakan cahaya sebagai penerangan di tempat-tempat tertentu, seperti di jalan, di dalam rumah, atau di tempat kerja.

2. Bercermin

Cahaya memiliki sifat untuk dipantulkan, yang digunakan dalam benda-benda seperti cermin, kaca, dan permukaan air.
Cermin digunakan untuk memantulkan cahaya, memungkinkan kita melihat diri kita sendiri atau objek lain, dan kaca di jendela memantulkan sebagian cahaya, memungkinkan kita melihat keluar sambil tetap aman.

3. Penggunaan Teleskop dan Mikroskop

Dalam lensa kacamata, pembiasan cahaya membantu orang melihat dengan jelas. Selain itu, dalam mikroskop dan teleskop, pembiasan cahaya juga digunakan untuk memperbesar objek yang diamati.

4. Penggunaan Spektrofotometer dan Fotomoeter

Kemampuan beberapa benda untuk menyerap cahaya digunakan dalam perangkat seperti fotometer dan spektrofotometer, yang digunakan dalam berbagai disiplin ilmu untuk mengukur seberapa banyak cahaya yang diserap oleh zat kimia atau benda.

5. Penggunaan Alat Optik

Selain pemanfaatan di atas, terdapat juga alat-optik lain yang memanfaatkan sifat cahaya dalam berbagai aspek kehidupan, yakni:
  • Lup adalah alat optik yang memanfaatkan sifat pembiasan cahaya untuk memperbesar objek yang dilihat. Ini membantu dalam pengamatan objek kecil, seperti membaca tulisan atau memeriksa benda-benda kecil.
  • Kamera: Alat optik yang merekam gambar dengan menggunakan sifat pembiasan cahaya dikenal sebagai kamera. Ini adalah alat yang populer untuk fotografi dan pengambilan video.
  • Mikroskop: Alat optik yang memperbesar objek yang sangat kecil, seperti mikroorganisme atau sel, dengan menggunakan sifat pembiasan cahaya. Ini sangat penting untuk ilmu biologi dan kedokteran.
  • Periskop: Periskop adalah alat optik yang dapat melihat objek dari sudut yang sulit dijangkau dengan menggunakan sifat pemantulan cahaya. Kapal selam dan tank militer biasanya memiliki periskop.

6. Penggunaan Serat Optik

Terakhir, dalam bidang komunikasi, cahaya juga dimanfaatkan sebagai kabel serat optik. Kabel serat optik menggunakan sifat pembiasan cahaya untuk mengirimkan data dengan kecepatan yang sangat tinggi, membuatnya menjadi teknologi penting dalam telekomunikasi modern.

Sumber: https://kumparan.com/berita-hari-ini/14-sifat-sifat-cahaya-dan-contoh-pemanfaatannya-21EWDJVneNy/full





 
powered by Blogger | For Blogservices